Makassar,11 Agustus 2026,beritayang.com-OJK Sulsel Sulbar terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat melalui upaya preventif dengan mendorong penggunaan produk dan layanan dari lembaga jasa keuangan yang legal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai program edukasi keuangan sebagai bagian dari penguatan fungsi pelindungan konsumen melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulsel dan Sulbar Moch.Muchlasin Mengatakan Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, OJK bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan 198 kegiatan edukasi keuangan yang berhasil menjangkau 2.204.391 peserta di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Program edukasi tersebut ditujukan kepada beragam kelompok masyarakat, meliputi pelajar dan mahasiswa, aparatur sipil negara, TNI, pelaku UMKM, perempuan, komunitas masyarakat, santri, dan tenaga pendidik, serta karyawan. Melalui kegiatan yang diselenggarakan baik secara luring maupun melalui platform digital, OJK Sulsel Sulbar terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, serta pentingnya mewaspadai berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki literasi keuangan yang semakin baik, mampu mengambil keputusan keuangan secara bijaksana, dan lebih terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan di sektor jasa keuangan.
Selanjutnya, terkait dengan layanan konsumen, OJK Sulsel Sulbar telah menerima 1.941 layanan. Adapun topik layanan yang mendominasi yakni terkait restrukturisasi sebanyak 342 layanan diikuti dengan pelaporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebanyak 331 layanan, kemudian layanan terkait perilaku petugas penagihan sebanyak 277, disusul oleh sanggahan transaksi/jumlah tagihan di posisi ke-empat dan penyalahgunaan data pribadi di posisi ke-lima. Sejak Januari hingga Juli 2026, OJK Sulsel Sulbar mencatat sektor Fintech menjadi kategori PUJK yang memiliki layanan konsumen terbanyak sebesar 880 layanan, kemudian sektor perbankan tercatat sebanyak 547 layanan, diikuti pembiayaan sebanyak 464 layanan, dan sektor asuransi sebanyak 40 layanan serta sektor pasar modal sebanyak 10 layanan.
Selain layanan informasi dan pengaduan konsumen, terdapat pula layanan permintaan Informasi Debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Selama periode Januari hingga Juli 2026 sebanyak 9.687 layanan permintaan informasi SLIK diterima, yang terdiri atas 6.635 layanan melalui kanal tatap muka (walk-in) dan 3.052 layanan melalui kanal daring (online).






