Makassar 6 November 2026,beritayang.com-Ikatan Istri Pegawai Otoritas Jasa Keuangan Sulsel Sulbar Mengelar Friday Market dan Barbeku di gedung OJK makassar Jumat 6/11/2026.
Melalui Friday Market dan Barbeku, IIPOJK Sulselbar Tingkatkan Kepedulian Lingkungan dan Sosial
Ketua IIPOJK Inna Muchlasin mengatakan kegiatan Friday Market & Barbeku bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar anggota IIPOJK dan keluarga besar OJK, sekaligus menciptakan ruang interaksi ekonomi yang produktif.
Melalui kegiatan ini, anggota dapat menjual barang bekas berkualitas, memasarkan produk makanan dan minuman, serta berbagi manfaat dengan sesama.
“BARBEKU memberikan ruang untuk transaksi barang bekas berkualitas yang masih layak digunakan, sedangkan FRIDAY MARKET menjadi wadah pemasaran produk makanan dan minuman.
Kombinasi keduanya diharapkan menciptakan suasana pasar komunitas yang menyenangkan sekaligus produktif, “ujar Inna saat di temui dikantor OJK Sulsel Sulbar.
Menurutnya, Kegiatan ini membuka kesempatan bagi anggota maupun keluarga pegawai untuk memperkenalkan dan memasarkan produk yang dimiliki. “Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi sekaligus pengembangan usaha skala kecil. Kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi wadah promosi UMKM yang dimiliki anggota maupun keluarga pegawai. Ke depan, cakupannya juga dapat diperluas dengan melibatkan UMKM binaan OJK sesuai kebijakan dan tujuan kegiatan. Kegiatan ini mendorong pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan sehingga dapat memperpanjang siklus hidup produk. Barang yang sebelumnya tidak digunakan oleh seseorang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Hal ini merupakan penerapan sederhana prinsip ekonomi sirkular. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini dapat dikembangkan dengan mengalokasikan sebagian hasil penjualan atau kontribusi sukarela untuk kegiatan sosial, seperti bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan atau kegiatan kemanusiaan.
Ia juga mengaku kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi melalui transaksi jual beli, manfaat sosial melalui interaksi dan kebersamaan, serta manfaat lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan.
“Karena barang bekas yang masih berkualitas memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, barang yang tidak lagi digunakan oleh pemiliknya dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Konsep ini juga mendukung gaya hidup berkelanjutan melalui penggunaan kembali barang (reuse).”ujarnya.”
Ia memastikan Semua barang yang dijual berada dalam kondisi baik, bersih, layak pakai
“Pengurus IIPOJK, terutama dari Bidang Ekonomi, menyortir semua barang yang masuk. Dengan begitu barang yang dijual telah melalui proses QC sehingga
barang yang dijual berada dalam kondisi baik, bersih, layak pakai, dan berfungsi sebagaimana mestinya. Pengirim barang juga perlu memberikan informasi secara transparan mengenai kondisi barang agar pembeli dapat menentukan pilihan dengan tepat.”urainya.Inna Muchlasin menjelaskan barang yang dijual disesuaikan dengan kondisi, kualitas, dan nilai manfaat barang.
“Tidak harus selalu murah, tetapi harga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi, kualitas, dan nilai manfaat barang. Prinsip utamanya adalah memberikan harga yang wajar dan menguntungkan kedua belah pihak.Pembeli dapat memperoleh barang dengan harga lebih ekonomis, sementara kualitas dan manfaat barang masih dapat dinikmati. Selain itu, transaksi tersebut membantu mengurangi pemborosan dan memperpanjang masa penggunaan barang. Hal ini juga mendukung konsep 3R, terutama REUSE.”katanya
Adapun Berbagai kategori barang dapat ditawarkan, sepert Pakaian dan aksesori, Sepatu dan tas, Peralatan rumah tangga, Buku dan perlengkapan pendidikan, makanan, minuman, Peralatan elektronik yang masih berfungsi.Perlengkapan anak. Barang koleksi dan dekorasi rumah.
“Kegiatan dapat dijadikan agenda rutin dengan tema yang bervariasi. Selain itu, diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan, pengelolaan stan, jenis produk, dan tingkat partisipasi agar kegiatan semakin menarik.
Beberapa inovasi yang dapat dilakukan antara lain Menghadirkan sistem pembayaran digital/QRIS. Membuat katalog produk secara digital.Mengadakan lelang barang tertentu.Menyediakan stan khusus produk UMKM anggota. Mengadakan program donasi dari hasil penjualan.Membuat program tukar barang (swap market).”tutupnya.






