Jakarta,6 Februari 2026,beritayang.com-Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Januari 2026 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) terjaga stabil di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi Mengatakan Lembaga multinasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 diperkirakan masih stagnan dan berada di bawah rata-rata historis. Perkembangan terkini menunjukkan pergerakan ekonomi global bergerak terbatas, seiring melemahnya aktivitas perdagangan dan permintaan. Di sisi lain, risiko geopolitik meningkat seiring eskalasi ketegangan di Iran. Namun demikian, kebijakan moneter global diperkirakan masih bersifat akomodatif.
Di AS, perekonomian masih tumbuh solid dengan tekanan inflasi yang mereda. Tingkat pengangguran turun meskipun pertumbuhan lapangan kerja melambat, tercermin dari realisasi penambahan tenaga kerja Desember 2025 yang lebih rendah dari estimasi. Ke depan, The Fed diperkirakan akan mempertahakan Fed Fund Rate (FFR) setidaknya hingga Juni 2026.
Di kawasan Asia, perekonomian Tiongkok tumbuh 5,0 persen yoy, sejalan dengan target Pemerintah, didorong oleh surplus neraca perdagangan yang terus meningkat dan mencapai rekor baru. Sementara itu, tekanan di pasar obligasi Jepang semakin meningkat, terutama pada tenor jangka panjang. Dominasi kepemilikan asing pada Japanese Government Bond (JGB) jangka panjang meningkatkan kerentanan terhadap risiko sudden stops dan herding, yang berpotensi menimbulkan rambatan global melalui repricing risiko lintas kelas aset.
Dari sisi domestik, kinerja perekonomian terpantau solid. Inflasi headline (CPI) meningkat ke level 3,55 persen yoy dengan inflasi inti meningkat menjadi 2,45 persen yoy. Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimis dan penjualan mobil dan motor mencatatkan kenaikan signifikan menjelang berakhirnya insentif kendaraan listrik. Di sisi penawaran, PMI Manufaktur tercatat semakin ekspansif. Pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan IV sebesar 5,39 persen dan secara tahunan tumbuh 5,11 persen.





