Makassar,10 Maret 2026,beritayang.com-Mengawali tahun 2026, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja yang stabil tergambar pada indikator Total Aset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit yang bahkan tumbuh lebih tinggi pada posisi Januari 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulselbar Much.Muhlasin mengatakan Total aset perbankan tumbuh sebesar 5,90 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp212,19 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,83 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp145,27 triliun. DPK di Provinsi Sulawesi Selatan didominasi oleh tabungan dengan share 59,80 persen, disusul Deposito sebesar 24,22 persen dan Giro sebesar 15,99 persen. Adapun penyaluran kredit di Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 5,56 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp173,03 triliun. Kredit produktif mendominasi penyaluran tersebut dengan pangsa 52,88 persen dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit melalui akselerasi pertumbuhan dibandingkan beberapa periode sebelumnya. Di sisi lain kredit konsumtif juga masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 8,08 persen.
Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 118,99 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 3,99 persen.
Perbankan Syariah turut menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi Januari 2026. Total aset perbankan syariah tumbuh sebesar 26,19 persen (yoy) menjadi Rp21,20 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 23,61 persen menjadi Rp14,69 triliun dan penyaluran pembiayaan juga tumbuh sebesar 25,16 persen (yoy) menjadi Rp17,92 triliun. Tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 122,00 persen dengan tingkat NPF pada level 1,77 persen.







