Jakarta,29 Januari 2026,beritayang.com-Stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional terjaga stabil di tengah masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan tensi perdagangan global, didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang manageable, serta kinerja SJK yang stabil.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar Mengatakan Kinerja intermediasi perbankan tetap kontributif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit perbankan pada Desember 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 9,6% yoy menjadi Rp8.585 triliun, didorong oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 20,81% yoy dan diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,58% yoy, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 4,52% yoy. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,05% dan NPL net sebesar 0,79%. Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil, tercatat sebesar 8,77%. Di sisi lain, DPK perbankan tercatat tumbuh sebesar 13,83% yoy menjadi Rp10.059 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 19,13%, 8,19%, dan 14,28% yoy.






