Makassar, 15 Oktober 2026,beritayang.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memperkuat sinergi peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat pesisir melalui kegiatan Edukasi Keuangan dalam rangka program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Untia, Kota Makassar, Kamis (15/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Kantor OJK Sulsel Sulbar dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 dalam mendorong perluasan akses keuangan yang inklusif dan produktif, sekaligus mendukung program strategis pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui pengembangan kawasan pesisir yang terintegrasi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala OJK Sulsel Sulbar Moch. Muchlasin dan dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas dan hasil tangkapan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan keuangan keluarga, serta memanfaatkan layanan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan. Pendapatan masyarakat pesisir yang dipengaruhi oleh musim, kondisi cuaca, dan fluktuasi hasil tangkapan perlu dikelola secara bijaksana agar dapat mendukung kebutuhan keluarga, membangun tabungan, serta menjaga keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, akses terhadap layanan keuangan perlu diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan dan pelindungan konsumen,” ujar Muchlasin.
Moch. Muchlasin menambahkan bahwa OJK terus mendorong perluasan akses keuangan masyarakat melalui empat fokus utama, yaitu peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan produktif, penguatan pelindungan konsumen, serta pembangunan ekosistem keuangan inklusif. Keempat fokus tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat nelayan mengenali produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya, memanfaatkan pembiayaan untuk kegiatan produktif, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai modus kejahatan keuangan digital.
Menurutnya, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat keterhubungan antara pembangunan infrastruktur kawasan pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pengembangan kawasan nelayan perlu didukung oleh akses terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan sesuai dengan karakteristik usaha masyarakat, sehingga dapat menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya tahan ekonomi keluarga nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Penyuluh Perikanan Makassar, Rachmady Azis, turut menyampaikan sambutan bahwa kehadiran unsur pemerintah, industri jasa keuangan, pendamping sektor perikanan, serta pemangku kepentingan setempat mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
OJK juga mendorong keterlibatan industri jasa keuangan, termasuk untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan dan pembiayaan produktif. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM sektor perikanan untuk mengembangkan kapasitas usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pengelolaan keuangan usahanya. Pengembangan akses keuangan juga perlu disertai dengan pemahaman mengenai persyaratan, manfaat, biaya, serta risiko produk dan layanan keuangan yang digunakan.
Melalui sinergi program EKI dan KNMP di Kelurahan Untia, OJK Sulsel Sulbar berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, TPAKD, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir.
Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal secara optimal untuk mendukung kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Kampung Nelayan Merah Putih dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi pesisir yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan visi Indonesia Emas 2045..






