MAKASSAR 12 Oktober 2026,beritayang.com– Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) menggelar Temu Responden Survei Tingkat Kepuasan Stakeholder terhadap Kinerja OJK Tahun 2026 di Makassar, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh pemangku kepentingan dari pelaku industri jasa keuangan, akademisi, jajaran pemerintah daerah, hingga mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, OJK Sulselbar memaparkan berbagai capaian program strategis dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, membeberkan sejumlah program unggulan, di antaranya digitalisasi UMKM yang telah menjangkau 158.590 merchant berbasis QRIS, serta peningkatan budaya menabung lewat program One Student One Account (OSOA) yang mencatatkan 2.187.810 rekening pelajar dengan akumulasi simpanan Rp412,38 miliar.
Selain itu, OJK Sulselbar memperkuat program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dengan mengintervensi enam desa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026, yakni Desa Angkue (Bone), Tongke-tongke (Sinjai), Bentenge (Bulukumba), Balangloe (Jeneponto), Aeng Batu-batu (Takalar), dan Untia (Makassar).
“Pada sisi pemberdayaan, OJK menjalankan Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi untuk membantu masyarakat terbebas dari pinjaman ilegal/rentenir, dengan total 34.084 rekening aktif hingga Juni 2026,” ujar Moch. Muchlasin, Senin (12/10/2026).
OJK Sulselbar Gelar Temu Responden 2026,Paparkan Program Penguatan Inklusi Keuangan di Sulsel







