Makassar,1 September 2026,beritayang.com – Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim melakukan kunjungan kerja (management walkthrough) ke sejumlah fasilitas operasional dan stasiun pemanduan di wilayah Samarinda dan sekitarnya pada 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, sarana pendukung, serta personel pemanduan, sekaligus memperkuat penerapan budaya Safety Excellence di seluruh lini operasional.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi momentum untuk memastikan bahwa kebijakan keselamatan tidak hanya dipahami pada tingkat manajemen, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari. Pendekatan keselamatan diarahkan pada risk control, yaitu bagaimana setiap potensi risiko dapat dikenali, dikendalikan, dan ditindak lanjuti sebelum berkembang menjadi kejadian.
Pada hari pertama, Direktur Operasi dan Teknik mengunjungi Stasiun Pandu Muara Pegah. Dalam kunjungan tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap kesiapan stasiun radio, dermaga apung, serta personel pandu yang sedang melaksanakan tugas jaga.
Pemeriksaan secara langsung ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi aktual di lapangan, memastikan sarana pendukung operasional dapat berfungsi dengan baik, serta memastikan personel yang bertugas berada dalam kondisi siap menjalankan pelayanan pemanduan secara aman dan andal.
Selain aspek operasional, kunjungan tersebut juga digunakan sebagai ruang dialog antara manajemen dengan personel di lapangan untuk menyampaikan berbagai kondisi, kebutuhan, dan masukan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Pandu Mahulu. Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim, Bapak Warsilan, menyampaikan, “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa fasilitas dan sumber daya yang tersedia benar-benar mampu mendukung pelaksanaan kegiatan pemanduan. Kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan, terutama karena karakteristik operasi pemanduan di Samarinda sangat dinamis dan membutuhkan kesiapan personel maupun fasilitas secara berkesinambungan”
Stop Work Authority (SWA) adalah hak dan kewajiban setiap pekerja atau kontraktor untuk menghentikan suatu kegiatan kerja ketika mereka melihat kondisi atau perilaku yang tidak aman.
Penerapan SWA menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab pimpinan, supervisor, atau petugas keselamatan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap orang yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Melalui SWA, setiap pekerja diberikan ruang untuk mengambil tindakan ketika melihat risiko yang belum terkendali. Pekerjaan dapat dihentikan sementara untuk dilakukan penilaian ulang terhadap kondisi dan efektivitas pengendalian risiko sebelum keputusan untuk melanjutkan pekerjaan diambil.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arahan strategis Danantara untuk memperkuat pergeseran dari paradigma accident prevention menuju risk control. Fokusnya bukan sekadar mencari siapa yang salah ketika terjadi suatu kejadian, tetapi memastikan kondisi, risiko, critical control, keputusan, dan pembelajaran dapat dikelola secara sistematis. PT Pelindo Jasa Maritim berkomitmen untuk memastikan isu terkait sarana stasiun, perangkat komunikasi, APD, dan fasilitas pendukung lainnya tidak berhenti sebagai catatan, tetapi ditutup dan diverifikasi penyelesaiannya.
“Melalui kunjungan lapangan di Samarinda, dialog bersama personel, serta penguatan penerapan SWA dan risk control, PT Pelindo Jasa Maritim terus berkomitmen membangun operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan, dengan memastikan keselamatan menjadi prioritas dalam setiap pengambilan keputusan. Kita berangkat bersama. Kita pulang bersama.”, ujar Bapak Warsilan selaku Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo Jasa Maritim seraya menutup rangkaian kegiatan management walkthrough.





