Makassar,22 Januari 2026,beritayang.com-Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, membuahkan hasil penting. Pada Selasa, 21 Januari 2024, menjelang sore hari, Tim SAR Gabungan SRU-1 berhasil menemukan black box pesawat di lokasi ekstrem yang berada di bawah tebing curam dengan kedalaman sekitar 400 meter dari puncak gunung. Penemuan ini menjadi momen krusial dalam rangkaian operasi pencarian dan pertolongan, sekaligus langkah strategis untuk mendukung proses investigasi kecelakaan penerbangan.
Lokasi penemuan black box berada di medan yang sangat menantang dan berisiko tinggi. Kontur tebing yang terjal, bebatuan licin, serta vegetasi yang rapat menyulitkan pergerakan dan jarak pandang tim. Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca ekstrem berupa kabut tebal dan hujan lebat yang hampir menyelimuti seluruh area pencarian sepanjang operasi berlangsung. Dalam situasi ini, Tim SRU-1 menerapkan skenario vertical rescue yang membutuhkan keahlian teknis, ketahanan fisik, ketelitian tinggi, serta koordinasi yang solid antar personel agar operasi tetap berjalan aman dan efektif.
Dalam Tim SRU-1 tersebut, empat personel SAR Universitas Bosowa turut terlibat secara aktif dan berkontribusi langsung di lapangan. Mereka adalah Muh. Ikhsan Amin dan Wahyudi Febriansyah dari Fakultas Hukum, serta Sultan Al Israel dan Peniel Siburian, yang juga berasal dari Fakultas Hukum Universitas Bosowa. Seluruh personel SAR Universitas Bosowa yang tergabung dalam operasi ini telah mendapatkan pendidikan dan pembinaan teknis dari Basarnas, sehingga memiliki kompetensi yang memadai untuk terlibat dalam operasi SAR di medan ekstrem dan berisiko tinggi.
Muh.Iksan Amin Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa yang tergabung dalam operasi SAR mengatakan Keterlibatan mahasiswa Universitas Bosowa dalam operasi ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga negara dalam bidang pencarian dan pertolongan. Keberadaan SAR Universitas Bosowa yang berasal dari kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa pembinaan melalui pendidikan dan latihan dasar SAR yang dilakukan bersama Basarnas Makassar mampu menghasilkan sumber daya manusia muda yang terlatih, disiplin, dan siap terjun langsung dalam misi kemanusiaan.
Perwakilan SAR Universitas Bosowa menyampaikan bahwa keberhasilan menemukan black box di tengah keterbatasan medan dan cuaca ekstrem merupakan hasil dari kerja tim yang solid dan profesional. “Penemuan black box ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan. Medan yang kami hadapi sangat berat dan berisiko, namun dengan koordinasi yang baik serta penerapan prosedur keselamatan yang ketat, operasi dapat berjalan dengan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam operasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga mencerminkan nilai pendidikan yang dijalankan Universitas Bosowa. “Mahasiswa SAR Universitas Bosowa dibekali tidak hanya pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan teknis, mental tangguh, dan kepedulian kemanusiaan. Ini sejalan dengan komitmen Universitas Bosowa dalam mencetak lulusan yang berkarakter, berdaya saing, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tambahnya.
Black box pesawat memiliki peran yang sangat vital dalam mengungkap penyebab kecelakaan penerbangan. Perangkat ini terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder yang merekam data parameter penerbangan serta percakapan di dalam kokpit. Informasi tersebut menjadi elemen utama yang dibutuhkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk melakukan analisis mendalam, evaluasi keselamatan penerbangan, serta merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Keberhasilan Tim SAR Universitas Bosowa bersama Tim SAR Gabungan dalam menemukan black box pesawat ATR 42-500 di tengah medan ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat menjadi bukti dedikasi, profesionalisme, dan semangat kemanusiaan para personel SAR. Capaian ini sekaligus menegaskan peran Universitas Bosowa sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam misi kemanusiaan, serta konsisten menghadirkan pendidikan yang aplikatif, berdampak, dan relevan dengan kebutuhan bangsa.





