Makassar,11 Agustus 2026,beritayang.com-Dukungan sektor jasa keuangan terhadap perekonomian daerah juga tercermin dari tetap terjaganya penyaluran kredit kepada sektor UMKM yang mencapai Rp62,30 triliun atau sebesar 36,06 persen dari total kredit perbankan pada posisi Juni 2026. Meskipun pertumbuhannya relatif moderat (1,12 persen yoy), sektor UMKM tetap menjadi fokus utama pembiayaan perbankan mengingat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, dan penopang aktivitas usaha masyarakat.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Barat Moch.Muchlasin Mengatakan Berdasarkan skala usaha, penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh segmen usaha mikro dengan pangsa sebesar 56,50 persen, disusul usaha kecil sebesar 28,98 persen dan usaha menengah sebesar 14,52 persen. Dominasi kredit pada segmen usaha mikro menunjukkan masih besarnya kebutuhan akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil, sekaligus menjadi peluang untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan usaha guna mendorong UMKM naik kelas. Secara keseluruhan, kredit UMKM telah disalurkan kepada 902.581 debitur.
Perbankan syariah terus menunjukkan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan aset, penghimpunan dana, dan pembiayaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional pada posisi Juni 2026. Total aset perbankan syariah tumbuh sebesar 30,80 persen (yoy) menjadi Rp23,89 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 30,62 persen (yoy) menjadi Rp16,18 triliun dan penyaluran pembiayaan juga tumbuh sebesar 24,28 persen (yoy) menjadi Rp19,35 triliun. Tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 119,64 persen dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 2,27 persen.
Pangsa pasar aset perbankan syariah meningkat menjadi 10,87 persen, mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah serta meningkatnya kontribusi industri perbankan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.







