Makassar, 5 Mei 2026,beritayang.com- Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Riset Akses Keuangan dalam rangka program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Kakao dengan tema “Pacu Akselerasi Akses Keuangan, Ekonomi Daerah Meningkat” pada 5 Mei 2026 di Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan akses keuangan serta merumuskan rekomendasi dan tindak lanjut akselerasi akses keuangan yang implementatif dan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.
Sulawesi merupakan salah satu pusat utama produksi kakao nasional dengan kontribusi yang sangat signifikan. Potensi ini menjadikan kakao sebagai komoditas strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Namun demikian, pengembangan kakao di wilayah Sulawesi masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain produktivitas yang belum optimal serta keterbatasan peremajaan tanaman.
Pada kesempatan ini Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, Arif Machfoed menyampaikan pentingnya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan komoditas kakao di daerah.
“Kami meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara Pelaku Usaha (Offtaker dan Petani), Lembaga Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga Terkait, pengembangan kakao tidak hanya akan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif” ujar Arif Machfoed.
Kegiatan FGD ini juga diisi dengan pemaparan materi terkait penguatan kebijakan dan arah strategis yang disampaikan oleh perwakilan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Poso, Wakil Bupati Konawe Selatan, Pimpinan dan Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, pelaku usaha, lembaga jasa keuangan, lembaga vertikal, akademisi dan mahasiswa di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat serta Lembaga Internasional.







