MAKASSAR, 2 Februari 2026,beritayang.com– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, Selasa (2/2/2026).
Pelatihan yang diikuti oleh insan Pelindo Regional 4 yang terlibat langsung dalam operasional layanan tambat di pelabuhan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta penyelarasan standar layanan tambat yang terintegrasi dengan sistem digital, sejalan dengan agenda transformasi Pelindo menuju pelabuhan yang modern, efisien, dan berdaya saing. Digitalisasi layanan diharapkan mampu menciptakan proses kerja yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kepuasan pengguna jasa.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, dalam sambutannya menekankan bahwa layanan tambat merupakan salah satu elemen krusial dalam rantai layanan kepelabuhanan. Menurutnya, standardisasi yang dibarengi dengan pemanfaatan teknologi digital akan memberikan kepastian layanan serta meminimalkan potensi perbedaan interpretasi di lapangan.
“Layanan tambat adalah titik awal dari seluruh proses pelayanan kapal di pelabuhan. Dengan adanya standardisasi yang jelas dan sistem digital yang terintegrasi, kita dapat memastikan pelayanan berjalan lebih tertib, terukur, dan efisien. Ini bukan hanya tentang sistem, tetapi juga tentang membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada layanan,” ujar Yusida.
Dia juga menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait prosedur, alur kerja, serta pemanfaatan sistem digital yang digunakan dalam layanan tambat, sehingga kualitas layanan di seluruh wilayah kerja Pelindo Regional 4 dapat berjalan secara seragam.
Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menyukseskan transformasi digital di lingkungan perusahaan.
“Digitalisasi tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan SDM. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa insan Pelindo tidak hanya memahami aspek teknis operasional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan sistem dan pola kerja yang semakin digital,” jelas Rinto.
Dia menegaskan bahwa Pelindo Regional 4 terus berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan tantangan industri kepelabuhanan ke depan. Dengan SDM yang unggul dan adaptif, Pelindo diharapkan mampu memberikan layanan terbaik sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Melalui Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat ini, Pelindo Regional 4 menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat tata kelola layanan operasional yang modern, terstandar, dan berbasis digital. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Pelindo untuk mewujudkan pelabuhan yang andal, berdaya saing, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.







